Pendapat Para Ahli Tentang Kolustrum

Dr.Dripa Syahbana, M.Kes (Dosen & Peneliti, Dept.Farmakologi Univ.Airlangga Surabaya) :
"Kolustrum adalah makanan pertama sekali yang membuat kita bertahan hidup saat saat pertama dilahirkan ke dunia. Kolustrum mengandung Macronutrient & Micronutrient serta kaya dengan faktor pertumbuhan (Growth Factor) & Faktor Kekebalan Tubuh (Immune Factor) yang tidak ada di susu lain, sehingga lengkaplah 4 sehat 5 sempurna."
Prof.Dr.Shortridge, Journal of Tropical Pediatrics :
"Kolustrum mengandung penghambat non-spesifik mengatasi wabah virus flu yang melanda Asia yang berpotensi mematikan yang muncul akibat mutasi dari hewan dan manusia."
Dr.L.B.Khazenson, Macrobial & Epodemial Immunobiology :
"Penelitian menunjukkan bahwa terjadi pemeliharaan aktifitas biologi Immunoglobulin-G (IgG) pada sekresi saluran cerna orang dewasa yang minum kolustrum sapi. Ini menunjukkan imunisasi usus secara pasif mencegah dan mengobati berbagai masalah penyakit usus akut."
Dr.Sporn, et. Science :
"Faktor pertumbuhan yang ditemukan pada kolustrum sangat efektif untuk mempercepat penyembuhan luka yang sangat disarankan bagi penderita trauma dan masa penyembuhan luka setelah pembedahan, dapat digunakan secara eksternal maupun internal."
Dr.Michael Julius, Science Nes, McGill Univ., Montreal :
"Kolustrum (dari hewan dan manusia) menstimulasi sistem imun pada bayi dan juga suatu protein yang belum teridentifikasi mempercepat proses pematangan pembiakan Limposit-B (salah satu tipe sel darah putih) dan melengkapinya untuk memproduksi antibodi."
Dr.Tokuyama, Cancer Research Institute :
"Kolustrum mengandung IgF-B yang dapat menekan (supressi) efek zat Cytoxic(sebagai anti radang), menghambat sel kanker Osteosarkoma dengan hambatan hingga mencapai 75 %, sebagai mediator Fibrosis dan Angiogensis (memulihkan otot jantung dan pembuluh darah)."

Apakah Itu KOLUSTRUM ?

.
Kolustrum adalah cairan prasusu yang dihasilkan oleh induk mamalia dalam waktu 24-36 jam pertama setelah melahirkan anak. Perbedaan kolustrum dan susu biasa adalah pada Kolustrum mengandung komponen bioaktif yang tinggi, terdapat lebih 90 jenis komponen di dalamnya. Kolustrum mensuplai berbagai faktor kekebalan (Faktor Imun) dan Faktor Pertumbuhan pendukung kehidupan dengan kombinasi zat gizi (Nutrient) yang sempurna untuk menjamin kelangsungan hidup pertumbuhan dan kesehatan bayi-bayi yang baru lahir. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Kolustrum sapi (Bovine Colostrum) sangat mirip dengan Kolustrum manusia dan merupakan satu alternatif yang aman. Bahkan ada laporan yang menyatakan bahwa Kolustrum sapi empat puluh kali lebih kaya akan faktor imun dari pada Kolustrum manusia.

Manfaat Kolustrum

  • Menurunkan kadar kolestrol dan kadar gula darah (untuk penderita Diabetes)
  • Memelihara kekuatan tulang (untuk penderita Osteoporosis dan Persendian)
  • Merangsang Pertumbuhan Tulang
  • Meningkatkan Fleksibilitas Tulang punggung
  • Meregenerasi Sel Syaraf Otak (untuk penderita Stroke & Lumpuh)
  • Mencegah Penyempitan Pembuluh darah
  • Mengatasi masalah Usus Akut (untuk penderita Maag, Ambeien, dll)
  • Membantu menghambat Sel Kanker
  • Membantu mengatasi Asam Urat, Rematik, Asma
  • Memelihara fungsi Hati, Jantung, Paru-paru, Ginjal, Kantong Kemih dan Saluran Pernafasan
  • Memperbaiki dan meningkatkan sistem DNA dan RNA (menyehatkan Hormon, Sel Telur, Sel Sperma, Mengatasi Lemah Syahwat)
  • Menormalkan Tekanan Darah (untuk penderita Tekanan Darah Tinggi atau Rendah)
  • Mampu melawan Infeksi Virus, Bakteri, Jamur dan Parasit
  • Anti Alergi, Anti Peradangan dan Anti Toksin
  • Membakar Lemak menjadi Energi (Tanpa Diet)
  • Membentuk Otot Tanpa Lemak
  • Meningkatkan Kekebalan Tubuh (untuk penderita HIV dan Pecandu Narkoba)
  • Meningkatkan Daya Ingat
  • Memperbaiki Jaringan Kulit/Sel Tubuh yang Rusak (Luka Terbakar/ Kecelakaan,Habis Operasi/Melahirkan)
  • Meningkatkan dan Memperbaiki Sistem Metabolisme Tubuh
  • Meningkatkan pencegahan terhadap serangan Penyakit Jantung, Stroke dan Alzheimer

Faktor Pertumbuhan

.
PdgF (Plateted-Derived Growth Factor) : Faktor pertumbuhan yang berasal dari platelet, bermanfaat menstimulasi pertumbuhan jaringan ikat, berperan pada penyembuhan luka dan membantu pembelahan sel serta keberlangsungan hidup dan regenerasi sel saraf.
.
EgF (Epidermal Growth Factor) : Faktor pertumbuhan epitel, bermanfaat membantu, melindungi dan menjaga kesehatan kulit.
.
FgF (Fibroblast Growth Factor) : Faktor pertumbuhan fibroblast, bermanfaat mempercepat penyembuhan luka dan perbaikan jaringan.
.
IgF 1 & 2 (Insulin-Like Growth Factor) : Faktor pertumbuhan yang mirip Insulin, membantu menjaga kadar normal gula dan kolestrol dalam darah, membantu memperbaiki DNA & RNA, meningkatkan jumlah otot tanpa lemak (membakar lemak menjadi energi) dan Anti Penuaan Dini.
.
TgF (Tranforming Growth Factor) : Faktor pertumbuhan transfparmasi (perubahan bentuk) bermanfaat membantu pembentukan dan perbaikan jaringan ikat, tulang dan tulang rawan.
.
HgH (Huma Growth Hormon) : Hormon Pertumbuhan manusia, bermanfaat mengatur pertumbuhan dan mengurangi tanda-tanda penuaan.

Faktor Kekebalan Tubuh

.
Immunoglobulin (Ig) : merupakan komponen terpenting dalam kolustrum sejenis protein khusus yang dihasilkan tubuh (oleh sel limfosit B) sebagai respon spesifik terhadap serangan substansi asing (antigen) seperti mikroba. Immunoglobulin tertentu diarahkan secara khusus terhadap antigen yang memicu pembentukan immunoglobulin tersebut. Kolustrum sapi mengandung semua kelompok immunoglobulin yang ditemukan dalam kolustrum manusia yaitu IgG, IgA, IgM, IgE, IgD, dan paling berlimpah adalah IgG sekitar 2%. Sedangkan kolustrum sapi mengandung IgG hingga 80% atau 40x dari jumlah IgG kolustrum manusia.

Laktoferin : merupakan protein yang berperan sebagai antivirus, antibakteri dan antiradang/antiinflamasi yang kuat, yang menghilangkan penyebab penyakit (patogen) terhadap besi yang mereka butuhkan untuk memperbanyak diri.

Polipeptida Kaya-Prolin : mengatur aktifitas sistem imun tubuh dan mencegah penyakit Autoimun Disorder akibat sistem imun yang berlebihan.

Oligosakarida : merupakan kelompok gula (sakarida) yang mengikat bakteri penyerang untuk mencegah mereka melekat dan menembus dinding usus seperti pada sindrom kebocoran usus (Leaky Gut Syndrome)

Sitokin (Cytokine) : Interleukin 1 & 6, Inteferon Y dan berbagai limfokin menstimulasi produksi immunoglobulin dan mengatur intensitas fungsi imun.

Laktalbulmin : membantu meningkatkan kadar serotonin otak dan memperbaiki suasana hati (mood) pada kondisi stress.

Lisozim : Telah terbukti dapat membunuh bakteri dan virus.